Wasiat Rasulullah SAW: Jangan Marah, Bagimu Surga. Ada pesan dari Rasulullah SAW untuk semua umat Islam. Beliau berpesan agar muslim dapat menahan amarahnya karena ada balasan surga dari Allah SWT di baliknya. Keterangan tersebut bersumber dari hadits dalam Kitab Al Mu'jamul Ausath Nomor 2374. Penulislalu bertanya, "Apa dalil anda?" Syaikh itu ternyata marah sambil berkata dengan suara tinggi, "Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa'at dan tidak (pula) memberi madharat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim Beliau menjawab, "Engkau jangan marah!". Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Engkau jangan marah!" [HR al-Bukhâri]. Marah merupakan sebuah bentuk perasaan yang menolak gangguan terhadap dirinya dalam bentuk perlawanan. Dari Abu Ad-Darda' radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Wahai Rasulullah tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan dalam surga." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lantas bersabda, لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ "Janganlah engkau marah, maka bagimu surga." (HR. Thabrani dalam Al-Kabir. Kuperhatikananak kecil yang masih saja mendendangkan "janganlah engkau marah, bagimu surga", pintarnya anak itu, bermainpun, hadits Rasulullah yang jadi penghiasnya, bukan lagi nyanyian "balonku ada lima". Satu lagi impianku, aku ingin anakku kelak kudidik seperti ibu anak itu mendidik anak mungil itu. Siapa ya ibunya? Tanyaku dalam hati. JanganMarah, Bagimu Surga Anger dwells only in the bosom of fools Albert Einstein Dikisahkan disebuah kantor, seorang pimpinan bernama Mat Sani se Jangan Marah, Bagimu Surga Halaman all - Kompasiana.com Pesan Rasulullah SAW, Janganlah Marah Maka Bagimu Surga. 0 1,676. TABLIGH.ID, BANJARMASIN—Permusuhan terhadap orang luar sering kali merupakan reaksi terhadap rasa takut. Ketakutan terhadap seseorang yang berbeda dari diri sendiri atau kelompoknya ini disebut dengan xenophobia. Artinya "Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga." (HR Ath-Thabrani). 3. Dari Ibnu 'Abbas RA. Rasulullah SAW bersabda: إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ. Artinya: "Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam." (HR Ahmad dan Bukhari). 4. Dari Mu'adz bin Anas Al-Juhani RA. Rasulullah SAW bersabda: Artinya: "Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga." (HR Ath-Thabrani). 3. Dari Ibnu 'Abbas RA. Rasulullah SAW bersabda: إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ. Artinya: "Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam." (HR Ahmad dan Bukhari). 4. Dari Mu'adz bin Anas Al-Juhani RA. Rasulullah SAW bersabda: JHHX7. Oleh Ustadz Amir As Saronji, Lc. Bismillahirrahmaanirrahiim Pernah suatu ketika datang seorang laki-laki kepada Rasulullah saw. meminta wasiat. Kemudian beliau saw. bersabda “Laa tagdhob” Kamu jangan suka marah kemudian dia mengulang-ulang meminta wasiat. Rasulullah saw. tetap bersabda “laa tagdhob” Janganlah kamu suka marah. Kenapa kita dilarang marah? karena orang yang marah dia akan melakukan hal-hal yang tidak wajar bahkan terkadang dia melakukan hal yang diharamkan oleh Allah swt. Seorang suami ketika marah kepada istrinya dia akan mentalak istrinya, bahkan suatu ketika dia bisa langsung mentalak tiga istrinya padahal ini tidak dibolehkan ini termasuk talak yang bid’i. Ketika dia mentalak istrinya dalam kondisi marah lalu marahnya reda maka dia menyesal karena dia telah mentalak istrinya. Dia teringat masa lalunya dengan susah payah dia dapatkan istrinya. Harta dia korbankan tenaga dia curahkan, waktu dia luangkan hanya untuk mendapatkan istri yang dicintainya. Namun dengan gampangnya dia mentalak istrinya hanya dengan marah. Kemudian terkadang seorang ayah ketika marah terhadap anaknya dengan kemarahan yang tidak bisa dikendalikan, dia memukul anaknya dengan pukulan yang keras. Setelah marahnya reda dia mulai menyesal karena telah memukul anaknya bahkan hingga anaknya masuk rumah sakit. Walhasil orang yang marah dia akan melakukan hal-hal yang tidak wajar atau bahkan yang diharamkan oleh Allah swt. kemudian setelah marahnya reda baru dia menyesal atas apa yang dia lakukan. Oleh karenannya nabi memberikan bimbingan kepada kita “jangan marah”. Orang yang mampu menahan amarahnya Allah swt. akan berikan kepadanya surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Dan orang-orang yang mampu menahan amarahnya mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi kemudian dalam hadits, nabi pernah bersabda “laa tagdhob wa lakal jannah” janganlah kamu marah niscaya kamu akan mendapatkan surga. Ketika kita marah ada beberapa hal yang dapat kita lakukan supaya marah kita turun. Diantaranya barangsiapa yang marah maka hendaknya dia bertaawudz, kemudian hendaknya dia berwudhu setan diciptakan dari api dan api hanya dipadamkan oleh air, kemudian barangsiapa yang marah dalam keadaan berdiri hendaknya dia duduk, kalau marahnya sambil duduk hendaknya dia berbaring dan seterusnya petunjuk dari nabi saw. Maka marilah kita berusaha menjauhi sikap marah karena sikap marah ini bisa mendatangkan berbagai keburukan, kita melatih diri kita mengurangi kebiasaan marah kita setiap hari.